KETULUSAN
Dihari
yang cerah, setelah sarapan bersama kedua orang tuanya, Ayu yang merupakan anak
tunggal dari keluarga Santoso langsung bergegas untuk berangkat bersama Ayahnya
karena Ayahnyapun pagi itu akan bekerja. Ayah Ayu yang memiliki perusahan swasta
produk Tekstil tidak menjadikan Ayu sebagai anak yang manja. Seperti halnya
pagi ini, Tiba- tiba saja sang Ayah tidak
bisa berangkat bersama Ayu. Ayu langsung mengerti dengan kesibukan
Ayahnya dalam bekerja. Untuk itu Ayu berangkat Sekolah dengan berjalan kaki,
selain karena lokasi sekolah dekat. Ayu lebih suka menikmati udara pagi hari
dan bercanda bersama kawan sepanjang jalan daripada harus duduk diam didalam
mobil milik Ayahnya.
“Ayah
berangkat dulu ya nak, Gak apa- apakan. Besok inshaallah kita bisa berangkat
bersama” cium Ayahnya setelah menjanjikan rencana untuk hari esok.
“iya
Ayah, - hati ya Ayah. Ayu sayang Ayah”
ucap Ayu tulus sambil mencium tangan dan kedua pipi Ayahnya tercinta.
Setelah
pamitan kepada istri dan Anaknya, Sang Ayahpun langsung berangkat Kerja. Dan
tak lama, Ayupun berpamitan kepada ibunya untuk berangkat ke Sekolah.
Diperjalan
menuju Sekolahnya, Ayu melihat seorang Kakek- kakek yang sedang menyapu taman
disepanjang jalan yang iya lewati. Telah lama, Ayu memperhatikan Kakek tersebut.
Baru hari ini, ia bisa melihatnya secara langsung. Ayu langsung menghampiri
Kakek yang sedang duduk istirahat sebentar untuk melepas peluhnya.
“Assallamuallaikum
Kek” sapa Ayu Sopan kepada Kakek.
Kakek
langsung menengok kearah suara yang menyapanya, Dilihatnya Ayu yang berseragam
Putih Biru tersenyum ramah padanya “Wallaikumsalam Wr.Wb, Ada apa nak” tanya
kakek kepada Ayu.
Ayu
bingung harus menjawab apa, tetapi Kakek tahu jika Ayu ingin dekat dengannya.
Tapi kakek lalu menasehatinya, bahwa Ayu boleh kapan saja datang menemuinya.
“nama
mu siapa nak?” tanya Kakek.
“Ayu
kek, Ayu Efendi” jawab Ayu lengkap. Membuat kakek tersenyum melihat Ayu yang
baik.
“nanti
sepulang sekolah, kita bertemu lagi disini ya nak. Saat ini Ayu harus berangkat
Sekolah dahulu, sebelum terlambat” kata kakek mengingatkan Ayu.
“oh
iya, Ayu lupa. Iya Ayu kan mau berangkat ke Sekolah” kata ayu, yang abru
menyadarinya.
“ya
udah, Ayu berangkat dulu ya kek. Ini Ayu ada sedikit rezeki buat kakek hari
ini. Diambil ya kek. Ini uang Ayu sendiri kok, di beri Ayah tadi Pagi” pinta
Ayu kepada kakek.
Kakek
yang melihat kebaikan Ayu dengan terharu menerima beberapa lembar uang dari
Anak Manis yang ada didepannya saat ini. Kakek berdoa semoga Anak ini selalu
diberi kebahagiaan dan rezeki yang melimpah dari Allah SWT.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar