Senin, 19 Februari 2018

Cerpen Anak Anak Teladan


KETULUSAN

Dihari yang cerah, setelah sarapan bersama kedua orang tuanya, Ayu yang merupakan anak tunggal dari keluarga Santoso langsung bergegas untuk berangkat bersama Ayahnya karena Ayahnyapun pagi itu akan bekerja. Ayah Ayu yang memiliki perusahan swasta produk Tekstil tidak menjadikan Ayu sebagai anak yang manja. Seperti halnya pagi ini, Tiba- tiba saja sang Ayah tidak  bisa berangkat bersama Ayu. Ayu langsung mengerti dengan kesibukan Ayahnya dalam bekerja. Untuk itu Ayu berangkat Sekolah dengan berjalan kaki, selain karena lokasi sekolah dekat. Ayu lebih suka menikmati udara pagi hari dan bercanda bersama kawan sepanjang jalan daripada harus duduk diam didalam mobil milik Ayahnya.
“Ayah berangkat dulu ya nak, Gak apa- apakan. Besok inshaallah kita bisa berangkat bersama” cium Ayahnya setelah menjanjikan rencana untuk hari esok.
“iya Ayah,  - hati ya Ayah. Ayu sayang Ayah” ucap Ayu tulus sambil mencium tangan dan kedua pipi Ayahnya tercinta.
Setelah pamitan kepada istri dan Anaknya, Sang Ayahpun langsung berangkat Kerja. Dan tak lama, Ayupun berpamitan kepada ibunya untuk berangkat ke Sekolah.
Diperjalan menuju Sekolahnya, Ayu melihat seorang Kakek- kakek yang sedang menyapu taman disepanjang jalan yang iya lewati. Telah lama, Ayu memperhatikan Kakek tersebut. Baru hari ini, ia bisa melihatnya secara langsung. Ayu langsung menghampiri Kakek yang sedang duduk istirahat sebentar untuk melepas peluhnya.
“Assallamuallaikum Kek” sapa Ayu Sopan kepada Kakek.
Kakek langsung menengok kearah suara yang menyapanya, Dilihatnya Ayu yang berseragam Putih Biru tersenyum ramah padanya “Wallaikumsalam Wr.Wb, Ada apa nak” tanya kakek kepada Ayu.
Ayu bingung harus menjawab apa, tetapi Kakek tahu jika Ayu ingin dekat dengannya. Tapi kakek lalu menasehatinya, bahwa Ayu boleh kapan saja datang menemuinya.
“nama mu siapa nak?” tanya Kakek.
“Ayu kek, Ayu Efendi” jawab Ayu lengkap. Membuat kakek tersenyum melihat Ayu yang baik.
“nanti sepulang sekolah, kita bertemu lagi disini ya nak. Saat ini Ayu harus berangkat Sekolah dahulu, sebelum terlambat” kata kakek mengingatkan Ayu.
“oh iya, Ayu lupa. Iya Ayu kan mau berangkat ke Sekolah” kata ayu, yang abru menyadarinya.
“ya udah, Ayu berangkat dulu ya kek. Ini Ayu ada sedikit rezeki buat kakek hari ini. Diambil ya kek. Ini uang Ayu sendiri kok, di beri Ayah tadi Pagi” pinta Ayu kepada kakek.
Kakek yang melihat kebaikan Ayu dengan terharu menerima beberapa lembar uang dari Anak Manis yang ada didepannya saat ini. Kakek berdoa semoga Anak ini selalu diberi kebahagiaan dan rezeki yang melimpah dari Allah SWT.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar