TAK SANGKA
Tara
memiliki sahabat yang baik bernama lusi dan cici. Mereka selalu kompak bersama,
karena persahabatatan mereka terjalin sedari mereka masuk sekolah Kecil.
Walaupun ketiga nya memiliki latar belakang keluarga yang berbeda, tidak
membuat mereka menjadi kecil hati dan sombong. Apalagi Tara Dwi Agustin, Ayah
Tara yang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Periode ini tidak
membuat Tara menjadi besar kepala dan berlaku angkuh terhadap kedua temannya.
Lusipun
begitu, Lusi yang tinggal bersama kedua orang tua dan kedua adiknya tidaklah
berkecil hati walaupun orang tuanya hanya bekerja sebagai buruh tani. Luci
merasa bangga dengan pekerjaan Ayahnya karena Tanpa adanya Petani maka tidak
akan ada beras untuk dimakan, begitulah menurut pandangan Luci Setiana Dewi.
Luci tetap nyaman bersama Tara dan Cici yang merupakan anak dari keluarga yang
berada. Menurut Lusi, Tara dan Cici tidak pernah membeda- bedakan status
sosial.
Persahabatan
mereka terjalin semakin erat. Sampai suatu hari ketika dikelas Cici yang akan
membayar uang SPP Sekolah bulan ini, kaget saat dilihatnnya uang untuk membayar
sudah tidak ada di dompet bergambar Hello Kitty kesayangannya. Kejadian ini
membuat satu kelas menjadi ribut dan seluruh teman sekelas saling menerka- nerka
siapa kiranya yang telah mengambil uang Cici di Kelas.
“mungkin
kamu lupa membawa uangnya Ci” kata Lusi mengingatkan Cici.
“gak
mungkin, aku ingat banget kok, tadi pagi saat di kasih Papa langsung aku
masukin dompet ini” ujar Cici sambil masih mencari- cari didalam Tasnya.
Saat
kelas masih ribut karena Cici kehilangan uangnya. Terlihat Ibu Guru Ani
berjalan memasuki kelas.
“ada
apa ini, mengapa semuanya masih sibuk kesana- kemari” tanya ibu Guru setelah
tiba di Kelas.
Kemudian
Riko yang menjadi ketua Kelas menjelaskan bahwa Cici kehilangan Uang di Kelas
hari ini. Ibu Guru yang mendengarkan Langsung mengambil tindakan.
“perhatian
anak- anak, semua tenang, sekarang semuanya duduk terlebih dahulu” perintah ibu
Guru kepada seluruh siswa di Kelas. Membuat semuanya dengan kompak secara
bersama duduk dan diam di tempatnya masing- masing.
Ibu
Guru kemudian menjelaskan jika dia akan mencari tahu apakah uang Cici ada yang
mencurinya atau Cici yang Lupa membawanya. Untuk itu, Ibu Guru meminta semua
siswa berdiri di depan dan Riko sebagai ketua kelas diminta untuk memeriksa
Teman- temannya. Tanpa menunggu lama lagi, Riko langsung melaksanakan perintah
Ibu Guru. Satu persatu Tas temannya, Riko Periksa. Sampai pada di Sebuah Tas,
Riko terdiam lama. Iya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Di dalam Tas
milik Luci terlihat ada uang sebanyak 1 juta dan itu membuat Riko langsung
memberhentikan pencarian kasus kehilangan ini.
Ibu
Guru yang membaca situasi ini mengerti dan beliau meminta Riko berhenti dalam
pencarian kehilangan uang di kelas. Kemudian melanjutkan pembelajaran seperti
biasa dan berjanji kepada Cici untuk mencari tahu setelah pelajaran usai.
Saat
pelajar telah usai, ibu Guru meminta Lusi untuk keruangannya dikantor. Kemudian
Lusi mengikuti langkah ibu Guru keluar Kelas. Di Kantor, Lusi diintrogasi oleh
Ibu Guru, ternyata Ibu Guru Tahu Jika Lusi yang telah mencuri uang Cici. Ibu
Guru menanyakan apa penyebab kejadian ini bisa terjadi. Setelah Lusi
menceritakan semuanya dan meminta maaf atas kekhilafannya di Kelas hari ini.
Ahirnya Ibu Guru memberikan nasehat, agar Lusi tidak mengulangi kejahat kecil
seperti tadi dan Ibu Guru berjanji Jika aka membantu biaya Sekolah Lusi sampai
Lusi Lulus Sekolah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar