Senin, 19 Februari 2018

cerita pendek remaja sekolah


TAK SANGKA

Tara memiliki sahabat yang baik bernama lusi dan cici. Mereka selalu kompak bersama, karena persahabatatan mereka terjalin sedari mereka masuk sekolah Kecil. Walaupun ketiga nya memiliki latar belakang keluarga yang berbeda, tidak membuat mereka menjadi kecil hati dan sombong. Apalagi Tara Dwi Agustin, Ayah Tara yang menjabat sebagai Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Periode ini tidak membuat Tara menjadi besar kepala dan berlaku angkuh terhadap kedua temannya.
Lusipun begitu, Lusi yang tinggal bersama kedua orang tua dan kedua adiknya tidaklah berkecil hati walaupun orang tuanya hanya bekerja sebagai buruh tani. Luci merasa bangga dengan pekerjaan Ayahnya karena Tanpa adanya Petani maka tidak akan ada beras untuk dimakan, begitulah menurut pandangan Luci Setiana Dewi. Luci tetap nyaman bersama Tara dan Cici yang merupakan anak dari keluarga yang berada. Menurut Lusi, Tara dan Cici tidak pernah membeda- bedakan status sosial.
Persahabatan mereka terjalin semakin erat. Sampai suatu hari ketika dikelas Cici yang akan membayar uang SPP Sekolah bulan ini, kaget saat dilihatnnya uang untuk membayar sudah tidak ada di dompet bergambar Hello Kitty kesayangannya. Kejadian ini membuat satu kelas menjadi ribut dan seluruh teman sekelas saling menerka- nerka siapa kiranya yang telah mengambil uang Cici di Kelas.
“mungkin kamu lupa membawa uangnya Ci” kata Lusi mengingatkan Cici.
“gak mungkin, aku ingat banget kok, tadi pagi saat di kasih Papa langsung aku masukin dompet ini” ujar Cici sambil masih mencari- cari didalam Tasnya.
Saat kelas masih ribut karena Cici kehilangan uangnya. Terlihat Ibu Guru Ani berjalan memasuki kelas.
“ada apa ini, mengapa semuanya masih sibuk kesana- kemari” tanya ibu Guru setelah tiba di Kelas.
Kemudian Riko yang menjadi ketua Kelas menjelaskan bahwa Cici kehilangan Uang di Kelas hari ini. Ibu Guru yang mendengarkan Langsung mengambil tindakan.
“perhatian anak- anak, semua tenang, sekarang semuanya duduk terlebih dahulu” perintah ibu Guru kepada seluruh siswa di Kelas. Membuat semuanya dengan kompak secara bersama duduk dan diam di tempatnya masing- masing.
Ibu Guru kemudian menjelaskan jika dia akan mencari tahu apakah uang Cici ada yang mencurinya atau Cici yang Lupa membawanya. Untuk itu, Ibu Guru meminta semua siswa berdiri di depan dan Riko sebagai ketua kelas diminta untuk memeriksa Teman- temannya. Tanpa menunggu lama lagi, Riko langsung melaksanakan perintah Ibu Guru. Satu persatu Tas temannya, Riko Periksa. Sampai pada di Sebuah Tas, Riko terdiam lama. Iya tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Di dalam Tas milik Luci terlihat ada uang sebanyak 1 juta dan itu membuat Riko langsung memberhentikan pencarian kasus kehilangan ini.
Ibu Guru yang membaca situasi ini mengerti dan beliau meminta Riko berhenti dalam pencarian kehilangan uang di kelas. Kemudian melanjutkan pembelajaran seperti biasa dan berjanji kepada Cici untuk mencari tahu setelah pelajaran usai.
Saat pelajar telah usai, ibu Guru meminta Lusi untuk keruangannya dikantor. Kemudian Lusi mengikuti langkah ibu Guru keluar Kelas. Di Kantor, Lusi diintrogasi oleh Ibu Guru, ternyata Ibu Guru Tahu Jika Lusi yang telah mencuri uang Cici. Ibu Guru menanyakan apa penyebab kejadian ini bisa terjadi. Setelah Lusi menceritakan semuanya dan meminta maaf atas kekhilafannya di Kelas hari ini. Ahirnya Ibu Guru memberikan nasehat, agar Lusi tidak mengulangi kejahat kecil seperti tadi dan Ibu Guru berjanji Jika aka membantu biaya Sekolah Lusi sampai Lusi Lulus Sekolah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar