AKHIR
DARI PENYESALAN
Semua
berkata bahwa jika kita ditinggalkan sesorang pasti Allah akan menggantikannya
dengan yang baik. Tapi tidak dengan diriku. Aku tidak sependapat dengan mereka
semua. Aku tak percaya jika nanti aku akan mendapatkan yang lebih baik darinya.
Seandainya waktu bisa terulang kembali, diriku takkan mengabaikan dirinya.
Tepatnya
2 bulan yang lalu, ketika seorang pria yang telah berani mengungkapkan rasa
cinta dan niat baiknya kepada diriku tetapi ku abaikan. Rio merupakan cowok
idola di kampus ku, selain wajahnya yang tampan serta pintar dan ramah, ia
adalah pria yang taat kepada agama ini terlihat dari keseharian Rio yang tak
pernah melalaikan sholat 5 waktunya. Dari banyaknya wanita di Kampus, dari yang
cantik sampai yang kaya raya, dari anak biasa sampai anak luar biasa banyak
yang menyukainya. Tetapi nyatanya ia memilihku.
Aku
adalah anak dari keluarga yang sederhana, Ayahku yang hanya seorang petani dan
ibu rumah tangga membuatku tak pernah memikirkan masalah cinta. Yang ku tahu sejak
awal melangkahkan kaki ke kampus ini, aku hanya ingin belajar dan membanggakan
keluarga agar bisa mengangkat derajat orang tua ku didesa. Walaupun ayah dan
ibu ku hanya tamatan Sekolah Menengah Atas, aku bertekad untuk menempuh
pendidikan sampai S3. Cita- citaku dari dulu, ingin menjadi Guru Besar disalah
satu Universitas yang ada di Indonesia. Oleh karena itu diriku tidak pernah
mengetahui gosip- gosip yang berkembang dikalangan wanita- wanita di Kampus.
Tiba-
tiba ketika aku sedang menikmati satu mangkok Bakso kesukaan ku di Kantin
Kampus, ada sekelompok cewek cantik dan modis yang menghampiriku dengan wajah
seperti ingin melumat habis tubuhku.
“heh, Loe Cewek Kampungan” sapa salah
satu perempuan tercantik dari keempat orang yang menghampiriku.
Sontak
perkataannya dalam menyapa membuatku bertanya, siapa yang sedang disapanya.
Mungkinkah si Desy yang berada disamping mejaku, sejenak ku lihat desy sedang
asik dengan media sosial di handphone mewahnya.
“Tak mungkin jika ia menyapa desy,
tetapi tidak ada yang lain selain dia dan aku disini , yang lainnya kan cowok
semua” pikirku dalam hati.
“Berlagak Gak denger Lagi, punya
telinga gak digunain dengan baik emang gitu yaaa” kata perempuan cantik itu
lagi.
Aku
sebenarnya tidak peduli dengan perkataan dan sikap perempuan itu, tapi karena
semua mata memandang kearah ku saat ini membuat diriku mau tidak mau menjadi
penasaran dan ingin tahu mengapa perempuan itu berbicara kepadaku seperti itu,
padahal sebelumnya kita tidak pernah mengenal satu sama lain. Ups, mungkin aku
aja yang gak kenal dia, tapi aku dikenal dia. Langsung saja, aku menyudahi
makan siangku hari ini.
“maaf, kamu bicara sama aku ya mbak”
tanya ku padanya.
“hahaaaa, apa dia bilang, dia panggil
gue mbak, gak salah denger nih gue” tanya perempuan itu kepada ketiga teman
disampingnya.
“iyaa nih, loe itu yang udah kayak
mbak- mbak kampungan, norak loe” ucapnya sambil menumpahkan segelas air putih
tepat didepan wajahku. Lalu perempuan itu mendekat dan berbisik ditelingaku
“kalau loe masih mau ada di kampus ini, jangan coba- coba loe godain Rio
gue..Ngerti kampungan” ucapnya mengancamku.
Kemudia
dia pergi meninggalkan ku yang terdiam dalam sejuta tanya. “Rio? Rio? Godain
Rio? Rio siapa? Kapan juga aku godain cowok? Kenal aja enggak? Emang ada apa cowok
namanya Rio di kampus ini?” pikirku dalam- dalam membuat ku penasaran apa
sebenarnya yang telah terjadi dan ada hubungan apa dengan ku.
Sejak
kejadian di kantin, aku langsung mencari tahu apa yang telah terjadi. Seminggu
kemudian aku baru mengetahui bahwa Rio cowok idola semua wanita memberi tahu
kepada semuanya bahwa ia telah memendam rasa dan diam- diam selama ini
mencintai seorang wanita. Dan parahnya lagi, yang membuat jantung ku seakan
berhenti adalah saat diriku tahu bahwa wanita yang Rio cinta selama ini adalah
Diriku. Yang dengan jelasnya ia sebut bahwa Citra Rahayu adalah wanita yang
kucintai dalam diam. Masyallah.....
Setelah
ku tahu berita ini, aku langsung mencari tahu seperti apa sosok seorang Rio
itu. Informasi yang kudapat dari teman dekatku Ratih dikelas.
“yang bener aja loe Cit, masa udah hidup dikampus selama setengah
abad masa gak tau wajah Rio yang tampan sih dan namanya aja loe baru denger”
tanya Ratih tak percaya dengan ceritaku.
“ ya emangnya aku harus tau gitu, semua
mahluk kampus disini, enggak kan” jawabku. Membuat Ratih jadi bersemangat untuk
menceritakan semua tentang Cowok Idola di Kampusnya. Sore itu juga, setelah
Ratih puas dengan rasa penasarannya padaku. Aku langsung ke Gedung dimana Rio
menjadi Mahasiswa Kedokteran di Universitas ku.
Aku
masih belum paham dengan wajah Rio, ketika memasuki sekitar gedung, aku
langsung melihat satu persatu cowok- cowok di sana dan berharap ada wajah
seperti yang telah dijelaskan Ratih pagi hari ini.
“Ratih” sapa lembut kudengar dari
belakangku. Saat ku melihat kebelakang, aku hampir menjadi patung es ditempat
saat ku tahu pemilik suara merdu ini.
“kamu.....” ucapku tanpa sadar.
“ya, aku Rio, kenalin Rio Adiputra”
dengan sopan iya memperkenalkan diri padaku.
Aku
yang langsung sadar, apa tujuanku kesini. Langsung berbicara tanpa henti,
bertanya padanya tentang cerita tentang dia dan aku yang telah menyebar luar di
Kampus ini. Dan ia dengan yakin dan tanpa beban membenarkan semua yang ku
bicarakan.
“aku benar- benar mencintai mu Citra.
Sejak pertama aku melihatmu disemester satu, sejak itu aku mencari tahu tentang
mu dan aku selalu melihat perkembangan mu di Kampus. Dari dulu aku ingin
mendekati mu, hanya saja aku tahu kalau kamu akan membenci ku jika kamu tahu
aku mencintaiku” jelasnya padaku.
Sejenak
aku terdiam, memikirkan semua perkataan yang kudengar.
“kalau kamu tahu aku akan membenci mu,
terus kenapa kamu sekarang malah bilang. Aku gak mau berurusan sama kamu dan
jangan membuat hidupku lebih kacau lagi. Diluar sana banyak yang lebih dari
aku, lagi pula banyak yang menyukaimu. Dan aku tidak mau semua pengemarmu
menyiksaku hanya karena ungkapan persaanmu yang bodoh ini” ucapku kasar, lalu
pergi meninggalkannya yang masih diam terpaku ditempat.
******
Sebulan
lebih telah berlalu sejak kejadian itu. Bisa dibilang, untuk pertama dan
terahir kalinya aku berbicara dengan Rio. Sampai saat ini aku telah menjalani
rutinitas ku seperti biasa. Ternyata Rio memahami keinginan ku saat itu. Diam-
diam pula aku mencintainya waktu dia pertama menyapaku. Aku berjanji pada
diriku, jika aku bertemu dengannya dan jika ia mengungkapkan rasa lagi, aku
akan menerimanya.
Tapi
nasib tidaklah berpihak padaku. Hari ini, aku mendengar bahwa Rio Adiputra
telah meninggalkan diriku untuk selamanya. Tidak akan ada lagu ungkapan cinta
darinya untuk diriku. Yang kemarin adalah yang terahir. Ratih menceritakan
kalau Rio selama ini mengidap penyakit Kanker stadium Akhir. Cerita Ratih
membuatku menagis mengingat apa yang telah terjadi selama ini. Aku menyesal,
jika saja diriku tahu lebih dahulu bahwa akan terjadi seperti ini maka pasti
saat itu aku akan langsung menerimanya.
“sabar citra, sudah ikhlaskan saja
kepergiannya. Pasti Allah akan memberikan yang terbaik lagi untuk mu” begitulah
nasihat Ratih untuk menenangkan perasaan ku saat ini.
Entahlah,
aku tidak yakin. Apakah bisa aku melupakan Rio, Pria yang dengan tulus
mencintaiku. Butuh waktu untuk memulihkan perasaan ini kembali.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar