Senin, 19 Februari 2018

cerita islami cinta


BERLINDUNG DIBALIK FITRAH HATI

Dentuman keras itu tiba-tiba terdengar lagi,, ini terjadi bukan karna ada bom nuklir atau sejenisnya yang dapat meluluh lantahkan seisi bumi,, itu hanya karena celetukan Syira yang tiba-tiba menyebut nama Azzam ditengah-tengah obrolan yang sedang berlangsung diantara mereka bertiga yaitu para gadis aneh. Namun tepatnya hanya faiha lah yang merasakan bahwa dentuman bak bom itu telah terjadi didalam hatinya  yang membuat wajah gadis itu tiba-tiba merona seperti orang yang sedang memakai blush on… kedua sahabat Faiha cekikikan melihat perubahan rona wajah Faiha,,
***
Sementara fikiran Faiha pergi jauh mengembara meninggalkan kedua sahabatnya yang sedang asyik menertawakannya..
terakhir kali aku melihatmu saat  kelulusan ujian itu diumumkan tepatnya 2  tahun yang lalu,,sampai detik ini aku tak tahu keberadaan mu dan dibelahan bumi manakah engkau tinggal?? Tak tahukah engkau lima tahun sudah berlalu rasa ini hanya tetap tertuju padamu,, pada pemilik satu wajah sederhana yang hitam manis,dan tawa cerahmu,dan sorot mata sayu yang teduh milikmu,, yang membuatku diam-diam jatuh hati…mungkin kau tak tahu dan takkan mungkin pernah tahu atas perasaan yang kupunya...dan akupun cukup tahu diri memangnya apa yang kupunya !! cantik pun tidak,aku juga bukan gadis yang berasal dari keluarga kaya,dan aku pun tidak cerdas secerdas Aisyah ,,apa lagi untuk kategori sholeha aku jelas tak termasuk kedalamnya,,aku hanya gadis biasa yang berani-beraninya mengagumimu dalam diam,,tetapi siapa yang bisa memilih cinta,siapa yang bisa memutuskan cinta harus ditanamkan dan kepada siapa cinta harus tumbuh ,,sebab cinta adalah anugrah sekaligus fitrah dan yang kutahu jangan sampai berubah menjadi fitnah,, Cintapun tak harus memiliki? kalau begitu mencintaimu dalam diam pun sama sekali bukan masalah bagiku,meskipun disatu sisi tentu menorehkan luka,karna pada nyatanya kau tidak mungkin mencintaiku, untuk sekedar menyapa ku saja tak pernah.. dalam hitungan detik bla-bla semua terlintas dalam fikiran Faiha dan lamunan itu terpecahkan oleh Syira yang tiba-tiba menarik kentang goreng dari tangan Faiha sambil cengengesan berusaha menggoda Faiha.
***
Fa,,kau tahu tidak ??! azzam sekarang melanjutkan pendidikannya di UI loh..dan kudengar ia pun ikut sebuah  ikatan Ma’ahid  Al Quran didaerah Jakarta sana,,aku dapat informasi itu dari Rasyid sepupuku , Azzam sudah hafal empat juz alquran katanya ,,” Senja menyambung pembicaraan dan seketika mata dan wajah Faiha berbinar-binar untung silaunya tak merusak mata.
Subhanallah benarkahhh sen…?? Tapi bukannya setelah hari kelulusan sekolah kita ia tak melanjutkan pendidikan tapi ia bekerja pada toko buku yang ada di Jakarta setahu ku. ku pikir ia tidak mau melanjutkan pendidikannya Faiha berusaha memastikan bahwa informasi yang disampaikan Senja benar adanya.
“Fa..Fa..Azzam itu kan pemuda cerdas,,di sekolah kita dulu saja yang sering diutus mengikuti olimpiade fisika dan kimia pasti dia bukan..hanya saja saat ia mendaftar SNMPTN dulu kurang beruntung,,dan setahu ku karna Azzam tidak ada biaya juga,, jika langsung melanjutkan ke perguruan tinggi,ia pun mensiasati diri dengan mencari kerja terlebih dahulu,,dan sekarang ia mendaftar secara mandiri dan alhamdulilah diterima dan mendapat beasiswa dikampusnya,,” begitulah informasi yang disampaikan Senja sahabat karib Faiha yang sudah dua tahun tak bertemu dengan Faiha dan Syira, maklumlah sahabat Faiha yang satu ini memang melanjutkan pendidikannya cukup jauh di negeri Jiran Malaysia.
“semakin jauhlah aku dengan dirinya, bak pungguk yang merindukan bulan dan akankah suatu saat bulan yang akan merindukan pungguk Faiha mendramatisasikan keadaan.

“Fa...ingat tidak akan kisah Fatimah dan Ali Bin Abi Talib? yang keduanya memendam apa yang mereka rasakan hingga akhirnya Allah menyatukan mereka” dengan gaya ala motivator yang handal Syira meyakinkan sahabatnya,,

***
Ditengah- tengah kerumunan manusia yang sedang menghadiri acara reuni akbar SMA angkatan 2011, Faiha menangkap satu mata yang ditujukan kearah dirinya, tatapan yang sampai detik ini tak dapat dipecahkan dengan metode apapun, tentu saja pemilik tatapan aneh itu adalah Azzam tapi lebih aneh lagi pemuda ini hanya bisa menatap Faiha tapi tak pernah sedikitpun mengeluarkan kata-kata, tiba- tiba salah satu teman Azzam.....
“hai Faiha kemari sebentar ada yang menginginkan berbicara padamu tapi dari dulu tak berani” temannya terlihat sedang meledeki Azzam.
Azzam pun sedikit geram dengan tingkah Zayid, karena ia mendadak malu ketika Faiha tahu yang sesungguhnya. Faiha pun hanya membalas dengan senyum simpul.
“ah lihatlah Azzam ,Faiha itu sama pemalunya dengan dirimu lalu jika kau dan dia sama-sama seperti ini siapa yang akan memulai” protes Zayid pada Azzam.
“hei pelankan suara mu bisa saja Faiha mendengar” Azzam berbisik pada sahabatnya.
Lalu Zayid menarik tangan Azzam untuk mengajaknya menghampiri Faiha.
“Assalamualaikum Fai...ha”  sapaan Azzam terdengar sangat kaku.
“Waalaikumsalam Azzam” untuk beberapa menit pertama mereka terlihat menunjukkan gelagat salah tingkah dan banyak diam.
Tidak Lama Kemudian Azzam memberanikan diri untuk membuka percakapan mengenai hal-hal tentang dunia kampus, lama-lama suasanapun agak sedikit mencair seiring dengan hal-hal yang mereka ceritakan bersama, namun tetap saja cara yang mereka tunjukkan teramat kaku. Maklumlah setelah dua tahun tidak bertemu tentu saja kecanggungan masih menghinggapi mereka belum lagi saat tiga tahun bersama-sama satu kelas mereka tidak pernah bertegur sapa sama sekali jadi situasi macam ini sangat wajar ketika terjadi. Setelah waktu hampir menunjukkan pukul 03.00 sore mereka semua membubarkan diri dari acara reuni yang digelar pada hari itu.
“Faiha, terimakasih sudah mau mengobrol dengan ku” Faiha membalas dengan anggukan dan senyuman.
***
Aku tak ingin beranjak dari negeri dongeng, saat ini aku tak berminat hidup di realita yang selalu menawarkan sejuta pahit getir kehidupan dan sepenuhnya diri ini sadar bahwa fatamorgana akan tetap seperti itu adanya. Tatapan kosong yang tak bermakna kudapat dari sorot mata yang tak lebih dari  sedetik tak sengaja ku curi , menyiratkan bahwa jauh didalam sana tak ada sedikitpun perasaan untukku.
MENYAKITKAN !!..... itulah sebuah kenyataan yang harus ditelan seorang pengagum rahasia hanya kata itu  yang pantas disandang. Mungkin hal itu sangat berlebihan, bagi mereka yang tak pernah merasakan sakitnya menjadi seorang admirer, tapi kata setuju pasti akan terlontar dari golongan para admirer. Dalam sadar diri ini pasti akhirnya bertemu dengan kata menyakitkan  terlebih saat mendengar kau tengah dekat dengan seorang akhwat yang memang banyak kaum adam yang memujanya. Andai rasa bak sebuah kemudi sudah kuputar balik agar tak lagi tertuju padamu. Ketika perpisahan memainkan perannya maka waktu berkata seiring denganku rasa itu akan luntur , ketika ia memang bukanlah nama yang tertulis di lauhul mahfuz-Nya.
***
“Rupanya acara reuni kemarin adalah hari dimana pertama dan terakhir aku dan Azzam bercakap-cakap” Faiha terlihat menunjukkan wajah yang muram ketika informasi tersebut ia dengar dengan sangat jelas.
jika aku bisa meminta padamu bolehkah  sekali saja aku terlihat penting di mata dan dihatimu. aku  sangat sadar betapa tak tau dirinya aku !! ... namun mengingat jika semua ini hanya fatamorgana ,keadaan apapun yang dihadapi adalah kesemuan yang cepat atau lambat akan sirna ketika waktu demi waktu membawanya.
Meskipun rasa ini bertahun-tahun hinggap dihati dan berharap akan berlabuh pada hatinya, jika Sang Maha Pemberi Segala Rasa tidak mengizin kan untuk bersama, sebagai makhluk dhaif yang tidak tahu apa yang ada dibalik keinginannya, hanya bisa mempasrahkan diri  tak bisa mengelak semua yang terjadi. Jika yang memberikan rasa ini adalah dari-Nya maka lewat tangan-Nya pulalah rasa ini akan disirnakan, namun jika takdir berkata bahwa aku adalah tulang rusuk-Nya tidak ada satupun hal yang dapat mencegah kami bersatu.
Faiha mengikhlaskan rasanya dan melepaskan kepada pemilik-Nya , untuk berlindung dibalik fitrah yang saat ini fitrah itu sedang menguji keimanan gadis itu.

***selesai***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar