KECIL
YANG MENJADI BESAR
Mahasiswa, siapa yang tidak tahu
Mahasiswa, kata orang- orang Mahasiwa adalah Mahanya Para Siswa. Jadi semua
akan bangga menjadi Mahasiswa. Di salah satu Universitas, terlihat seorang
Mahasiswa sedang berjualan kacang dan minuman dilingkungan kampus. Mahasiswa
itu tidak malu untuk menjajakan dagangannya sekalipun didepan teman
seangkatannya.
“eh, Rahmat. Ngapain sih loe jualan
kayak gitu, Malu kali mahasiswa tapi
jualan kacang. Hahahaa” tawa Joko melihat Rahmat berjualan.
Rahmat yang mendengar kata- kata Joko
hanya tersenyum dan berlalu meninggalkan Joko dengan sejuta kekesalannya. Ya,
Rahmat tidak pernah memperdulikan perkataan semua orang di Kampus tentang
dirinya. Ia percaya, selama pekerjaannya ini masih Halal dan dijalan Allah SWT
maka ia harus bertahan dan bersyukur.
Rahmat adalah Mahasiwa Bidik Misi. Ia
tinggal bersama hanya dengan Ibu nya. Tragedi 2 tahun silam membuat ia dan ibu
nya haru kehilangan sosok Ayah dan kakak yang sangat ia cintai. Oleh karena
itu, untuk membantu ibu nya, Rahmat berinisiatif berjualan di Kampus. Ibu nya
yang hanya bekerja sebagai tukang jahit bangga kepada Anak laki- lakinya ini.
Sejak kepergian Ayahnya, Rahmat berubah menjadi sosok yang bertanggung jawab
terhadap keluarga. Ia mau menjadi Tulang Punggung keluarga untuk menghidupi
dirinya dan Ibunya tercinta.
****
Universitas Negeri Adi Guna merupakan
universitas terfavorit di Lampung. Hari ini kampus mengadakan Seminar Nasional
dan mengundang seluruh universitas yang ada di Indonesia. Rahmat yang tahu,
tidak mensia-siakan kesempatan ini. Ia membawa kacang dan minuman lebih banyak
dari hari biasanya. Kemudia ia kembali menjajakan dagangannya di sekitar Gedung
Serba Guna tempat dimana Seminar sedang berlangsung. Rahmat berharap dengan
adanya acara kampus ini, dapat memberikan keuntungan yang lebih dari biasanya.
Setelah seminar selesai, banyak sekali
yang keluar dari Gedung tersebut. Banyak pula yang menolak ketika di tawarkan
minuman oleh Rahmat dengan Alasan telah mendapat minuman didalam.
Dari kejauhan, terlihat seorang Profesor
sedang mengamati pemandangan langka didepannya saat ini. Pemandangan dimana
Mahasiswa dengan wajah Tampan dengan rasa tidak malu sedang menarik minat semua
orang untuk membeli dagangannya. Setelah dilihatnya, Rahmat duduk di bawah pohon. Profesor itupun menghampiri
Rahmat. Rahmat yang melihat profesor datang, tak bersemangat menawarkan minuman
padanya. Rahmat berfikir, jika kedatangan profesor ini hanya untuk mematahkan
semangatnya seperti dosen- dosen yang lain.
“mengapa tidak menawarkan ku juga” tanya
profesor sembari duduk disamping Rahmat.
Rahmat kanget dan memandang wajah
profesor yang sedang duduk di sampingnya. Rahmat tak menyangka jika
profesor berkata seperti itu.
Dipikirannya saat ini, apakah profesor hanya mengoloknya atau benar- benar ingin
membeli dagangannya.
“saya haus, bolehlah saya beli minuman
ini” kata profesor sambil menunjukan minuman yang dia inginkan. Rahmat yang
masih tak menyangka dengan yang ia dengar, dengan tangan gemetaran memberikan
minumannya ke Guru Besar di Kampus tersebut.
Profesor yang tahu, tiba- tiba tertawa
dan membuat cair suasana yang ada. Profesorpun bercerita bagaimana ia bisa
menjadi Guru Besar di Universitas terkenal ini. Ternyata profesor dahulunya
sama seperti Rahmat, mendapatkan uang dari hasil dagang di kampus. Yang
membedakanya adalah waktu dan barang dagangannya.
“kalau sekarangg kau dagang kacang,
dahulu saya dagang kerupuk” kata profesor dengan logat Batak yang menjadi ciri
khasnya.
Kemudian secara bersama mereka tertawa.
Memandang dan mengingat kejadian yang serupa. Setelah profesor bercerita,
membuat Rahmat semakin bersemangat dalam bekerja dan menuntut ilmu. Profesor
menyadarkannya bahwa orang tidak akan menjadi besar jika tidak melalui proses
dari yang Kecil. Itulah yang Rahmat rasakan sekarang, mungkin ia dipandang
kecil oleh teman- temannya saat ini. Tetapi ia bertekat dengan masuknnya dia
sebagai Mahasiswa Bidik Misi akan mengubah padangan temannya suatu saat nanti.
Rahmatpu bercita- cita akan menjadi Guru Besar seperti Profesor Arga yang ada disampingnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar